Apa Kabar Yogyakarta – Pembangunan Tol Jogja–Solo segmen Prambanan–Purwomartani terus menunjukkan kemajuan pesat. Hingga pertengahan November 2025, progres fisiknya telah mencapai sekitar 70 persen, dan ditargetkan rampung sebelum momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, atau paling lambat menjelang Lebaran 2026.

Segmen Strategis untuk Kurangi Kemacetan
Proyek tol yang menjadi bagian penting jaringan Trans Jawa ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama Jogja–Solo, terutama di kawasan Prambanan dan Kalasan yang kerap mengalami kemacetan parah pada musim liburan.
“Pengerjaan terus kami kebut agar bisa digunakan secara fungsional pada masa libur Nataru mendatang,” ujar Manajer Proyek PT Jogja Solo Tol Road (JST), Rizky Prabowo, saat dikonfirmasi, Rabu (12/11/2025).
Ia menjelaskan, saat ini fokus pengerjaan berada pada pembangunan jembatan penghubung dan penyelesaian badan jalan utama. Sejumlah titik juga tengah dalam tahap pengaspalan akhir serta pemasangan rambu dan sistem drainase.
Baca Juga : Gerbang Tol Pertama di DIY Usung Konsep Joglo, Begini Gambarannya
Panjang Total Capai 96,57 Kilometer
Tol Jogja–Solo memiliki panjang keseluruhan 96,57 kilometer, membentang dari Kartasura (Jawa Tengah) hingga Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo. Proyek ini terdiri dari beberapa seksi, di antaranya Kartasura–Klaten, Klaten–Prambanan, dan Prambanan–YIA.
Menurut Rizky, keberadaan tol ini nantinya akan memangkas waktu tempuh Solo–Yogyakarta menjadi hanya sekitar 45 menit, dari yang sebelumnya bisa mencapai dua jam lebih saat kondisi padat.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata
Selain mendukung konektivitas antarwilayah, proyek tol ini juga diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata regional. “Dengan akses yang lebih cepat, mobilitas barang, jasa, dan wisatawan akan meningkat signifikan,” tambahnya.
Pemerintah daerah pun menyambut positif percepatan pembangunan ini. Kepala Dinas Perhubungan DIY, Budi Santosa. Ia menyebutkan bahwa tol ini akan menjadi infrastruktur vital yang memperkuat daya saing kawasan Yogyakarta dan sekitarnya.
“Tol ini tidak hanya mempermudah arus transportasi, tetapi juga membuka peluang investasi baru di sektor logistik dan pariwisata,” katanya.
Dengan target penyelesaian pada akhir tahun ini, Tol Jogja–Solo diharapkan bisa dioperasikan secara fungsional pada Nataru 2025. Sehingga bisa memberikan kenyamanan dan efisiensi perjalanan bagi masyarakat yang melintasi jalur selatan Pulau Jawa.












