Perubahan Cuaca Ekstrem Mulai Terasa
Apa Kabar Yogyakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan memasuki masa pancaroba yang mulai terjadi pada akhir Agustus 2025. Pancaroba ditandai dengan pergantian musim kemarau menuju musim hujan, di mana cuaca dapat berubah secara ekstrem dalam waktu singkat.

Kondisi yang sering muncul antara lain hujan lebat disertai angin kencang, petir, hingga potensi puting beliung lokal. Selain itu, suhu udara juga mengalami fluktuasi yang cukup signifikan pada siang dan malam hari.
Dampak pada Aktivitas Sehari-hari
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya warga Yogyakarta, untuk mewaspadai dampak pancaroba terhadap aktivitas sehari-hari. Ranting pohon yang rapuh, baliho, atau bangunan semi permanen berisiko tumbang akibat angin kencang.
Baca Juga : Polisi: Kericuhan Suporter di Jogja Berawal dari Insiden di Perempatan Pingit
“Warga yang sering beraktivitas di luar ruangan sebaiknya lebih hati-hati. Hindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan deras atau angin kencang. Selain itu, cek kondisi rumah, terutama atap, agar tetap aman,” jelas Kepala Stasiun BMKG Yogyakarta.
Potensi Penyakit Musiman
Selain faktor cuaca, pancaroba juga berpotensi meningkatkan risiko penyakit seperti demam berdarah, ISPA, hingga diare. Dinas Kesehatan DIY mendorong masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, terutama menguras tempat penampungan air untuk mencegah berkembangnya nyamuk Aedes aegypti.
“Kesehatan perlu diantisipasi. Perubahan suhu dan kelembapan bisa melemahkan daya tahan tubuh. Warga dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, dan segera periksa ke fasilitas kesehatan bila ada gejala,” kata salah satu pejabat Dinkes DIY.
Ajakan Tetap Tenang dan Siaga
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik menghadapi pancaroba, melainkan tetap siaga. Informasi terbaru terkait prakiraan cuaca harian dapat diakses melalui kanal resmi BMKG maupun aplikasi daring.
“Dengan kesiapsiagaan bersama, dampak pancaroba dapat diminimalkan. Mari tetap waspada namun tetap tenang dalam beraktivitas,” tutup BMKG Yogyakarta.












