Dior Dior Dior

Kontes Andong Jadi Wujud Komitmen Pemkot Jaga Transportasi Khas Yogyakarta

Dior

Apa Kabar Yogyakarta – Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan transportasi tradisional andong melalui penyelenggaraan Kontes Kuda Andong yang diikuti sebanyak 30 andong.

Meriahnya Kontes Kuda Andong di Malioboro Hari Ini, Warga Dukung Jadi  Agenda Tahunan
Kontes Andong Jadi Wujud Komitmen Pemkot Jaga Transportasi Khas Yogyakarta

Kegiatan ini mengusung tema “Kuda Sehat dan Sejahtera untuk Transportasi Tradisional, Pariwisata, dan Budaya” dan digelar oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta sebagai upaya edukasi, pelestarian, serta apresiasi terhadap kuda andong sebagai ikon budaya dan pariwisata daerah.

Dior

Kontes ini tidak hanya menjadi ajang penilaian kesehatan dan penampilan kuda, tetapi juga menjadi momentum penguatan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kesejahteraan hewan sebagai bagian dari sistem transportasi tradisional yang masih aktif digunakan di Kota Yogyakarta.

“Andong bukan sekadar alat transportasi, tetapi sudah menjadi identitas Yogyakarta. Karena itu, keberadaannya harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujar Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat membuka kegiatan tersebut.

Baca Juga : Aturan Disahkan, Ini Alasan Yogyakarta Melarang Transportasi Bermotor Roda Tiga

Dorong Kesejahteraan Kuda dan Kusir

Hasto Wardoyo menegaskan bahwa pelestarian andong tidak hanya menyangkut fisik kendaraan dan kuda, tetapi juga menyangkut kesejahteraan para kusir yang menggantungkan hidup dari sektor transportasi tradisional ini. Menurutnya, keberlangsungan andong harus dijamin melalui perawatan kuda yang baik, pengaturan jam kerja yang manusiawi, serta dukungan kebijakan dari pemerintah.

“Kuda harus sehat, sejahtera, dan dirawat dengan baik. Kusirnya juga harus mendapatkan perlindungan dan kepastian penghasilan. Kalau ini dijaga bersama, maka andong akan tetap bertahan di tengah modernisasi,” tegasnya.

Edukasi dan Pelestarian Transportasi Tradisional

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menjelaskan, kontes ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para kusir tentang pentingnya kesehatan hewan, pola pakan yang baik, serta perawatan rutin kuda andong. Tim dokter hewan turut dilibatkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara langsung terhadap seluruh kuda peserta.

“Kami ingin memastikan bahwa kuda-kuda andong yang beroperasi benar-benar dalam kondisi sehat dan layak. Ini penting untuk keselamatan penumpang, kusir, serta kesejahteraan hewan itu sendiri,” jelasnya.

Dalam kontes tersebut, kuda dinilai berdasarkan beberapa aspek, mulai dari kondisi fisik, kebersihan, kekuatan tubuh, hingga kepatuhan dalam berjalan. Andong terbaik mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas upaya perawatan yang baik.

Dukung Pariwisata Berbasis Budaya

Keberadaan andong selama ini menjadi salah satu daya tarik wisata Kota Yogyakarta, khususnya di kawasan Malioboro dan pusat-pusat wisata budaya. Wisatawan domestik maupun mancanegara masih menjadikan andong sebagai sarana menikmati suasana kota yang khas dan sarat nilai historis.

Salah seorang kusir andong, Suyanto, menyambut baik adanya kegiatan tersebut.
“Kami senang karena andong masih diperhatikan pemerintah. Ini juga jadi semangat bagi kami untuk merawat kuda dengan lebih baik,” ujarnya.

Melalui kontes ini, Pemkot Yogyakarta berharap transportasi tradisional andong tetap eksis, terpelihara, dan menjadi bagian penting dari wajah budaya serta pariwisata Kota Yogyakarta di masa mendatang.

Dior