Dior Dior Dior

Kekuatan Jembatan Kewek Jogja Tersisa 20 Persen, Bus Wisata Dilarang Melintas Menjelang Libur Nataru

Dior

Apa Kabar Yogyakarta – Jembatan Kewek akan ditutup untuk bus dan kendaraan berat menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, setelah laporan terbaru menunjukkan bahwa kekuatan strukturnya hanya tersisa sekitar 20 persen.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta mengambil langkah tegas demi keselamatan warga dan wisatawan. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan bahwa pembatasan ini wajib diberlakukan untuk mencegah risiko kecelakaan dan kerusakan lebih lanjut.

Dior
Kekuatan Konstruksi Tinggal 20 Persen, Jembatan Kleringan Jogja Bakal  Direhabilitasi - Tribunjogja.com
Kekuatan Jembatan Kewek Jogja Tersisa 20 Persen, Bus Wisata Dilarang Melintas Menjelang Libur Nataru

Keputusan ini diambil sebagai langkah darurat untuk meminimalkan risiko kecelakaan, mengingat jembatan peninggalan kolonial berusia seabad itu kini dalam kondisi kritis dan sedang menunggu proses pembangunan ulang dari pemerintah pusat.


Kondisi Rawan, Beban Jembatan Wajib Dikurangi

Menurut kajian Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), penurunan kekuatan Jembatan Kewek disebabkan oleh faktor usia dan kerusakan struktural yang terus berkembang. Setiap hari, jembatan tersebut menerima beban berat dari arus lalu lintas yang menghubungkan kawasan Kotabaru dengan Malioboro—salah satu destinasi wisata tersibuk di Yogyakarta.

“Kekuatan jembatan sudah sangat menurun. Kami tidak mau ambil risiko, apalagi pada musim liburan ketika arus kendaraan meningkat. Bus wisata dan kendaraan besar tidak akan diizinkan melintas,” ujar Hasto.

Sementara itu, kendaraan kecil dan roda dua masih diizinkan lewat dengan pengaturan lalu lintas ketat, sembari menunggu keputusan final terkait rekonstruksi.

Baca Juga : Jembatan Pandansimo Ganti Nama jadi Jembatan Kabanaran, Nama Dipilih Oleh Sultan HB X


Arus Wisata Tetap Diatur

Larangan melintas bagi bus wisata diprediksi akan berdampak pada pola kunjungan wisatawan ke kawasan Malioboro. Untuk mengantisipasi kepadatan, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas, termasuk pengalihan jalur ke beberapa titik masuk kota serta penyediaan kantong parkir alternatif untuk bus pariwisata.

“Arus wisata tidak akan kami hambat. Kami siapkan jalur-jalur alternatif agar Malioboro tetap bisa diakses dengan aman,” jelas salah satu pejabat Dishub.

Kebijakan ini dipastikan akan disosialisasikan kepada seluruh operator bus, agen perjalanan, dan pengunjung luar kota menjelang puncak liburan.


Menunggu Pembangunan Ulang

Jembatan Kewek saat ini masih menunggu kepastian pembangunan ulang dari pemerintah pusat. Dokumen perencanaan telah dipersiapkan, namun proses lelang dan konstruksi diperkirakan baru dapat dimulai setelah seluruh kajian teknis selesai.

Hasto berharap percepatan pembangunan dapat dilakukan mengingat peran vital jembatan tersebut sebagai penghubung kawasan strategis di pusat kota. “Ini jembatan ikon, tetapi keselamatan warga jauh lebih penting. Kami ingin proses pembangunan dimulai segera setelah semua prosedur terpenuhi,” tegasnya.

Dior