Dior Dior Dior

Grebeg Maulud Kraton Jogja, Ada Gunungan yang Keluar Tiap 8 Tahun

Dior

Apa Kabar Yogyakarta – Grebeg Maulud di Kraton Yogyakarta kembali menjadi magnet perhatian ribuan masyarakat pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Upacara tradisi ini digelar dengan khidmat dan meriah, menampilkan arak-arakan gunungan yang dibawa keluar dari keraton menuju Masjid Gedhe Kauman.

Tradisi Grebeg Maulud Kraton Jogja, Sejarah dan Nilai Filosofisnya di Hari  Maulid Nabi
Grebeg Maulud Kraton Jogja, Ada Gunungan yang Keluar Tiap 8 Tahun

Tradisi Grebeg Maulud merupakan bentuk penghormatan sekaligus wujud syukur Sultan dan masyarakat Yogyakarta atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Gunungan yang dibagikan kepada masyarakat dipercaya sebagai simbol berkah dan kesejahteraan.

Dior

Gunungan Spesial Tiap Delapan Tahun

Yang menarik, tidak semua gunungan hadir setiap tahun. Ada gunungan khusus yang hanya dikeluarkan setiap delapan tahun sekali, yakni saat tahun Dal dalam penanggalan Jawa. Gunungan ini memiliki bentuk, isi, dan makna simbolik yang berbeda dibanding gunungan lain.

Keberadaannya dianggap istimewa karena menjadi penanda siklus besar dalam kalender Jawa. Masyarakat percaya, kemunculan gunungan tersebut membawa doa dan harapan khusus bagi kesejahteraan serta keselamatan rakyat.

Baca Juga : Tradisi Kraton Jogja, Sri Sultan HB X Robohkan Tembok di Masjid Gedhe Kauman

Ragam Gunungan dalam Grebeg

Dalam Grebeg Maulud, terdapat beberapa jenis gunungan yang dikeluarkan, di antaranya Gunungan Kakung, Gunungan Putri, Gunungan Pawuhan, Gunungan Gepak, dan Gunungan Dharat. Masing-masing gunungan memiliki makna tersendiri, misalnya Gunungan Kakung melambangkan kekuatan dan keteguhan, sedangkan Gunungan Putri melambangkan kesuburan serta kesejahteraan.

Setelah arak-arakan sampai di Masjid Gedhe, gunungan akan didoakan terlebih dahulu sebelum akhirnya diperebutkan masyarakat. Tradisi ini disebut ngalap berkah, karena masyarakat percaya hasil rebutan gunungan membawa rezeki, keberuntungan, dan perlindungan.

Daya Tarik Wisata Budaya

Grebeg Maulud tidak hanya menjadi ritual religius, tetapi juga atraksi budaya yang mendatangkan ribuan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Banyak turis datang untuk menyaksikan arak-arakan prajurit keraton dengan busana khas serta merasakan atmosfer tradisi yang sarat makna.

Selain itu, Grebeg Maulud juga memperkuat identitas Yogyakarta sebagai kota budaya dan spiritual. Tradisi yang diwariskan turun-temurun ini berhasil bertahan di tengah arus modernisasi, sekaligus menjadi media edukasi tentang nilai-nilai religius dan kebersamaan.

Penutup

Grebeg Maulud Kraton Jogja merupakan perayaan yang unik karena memadukan unsur religius, budaya, dan tradisi masyarakat Jawa. Kehadiran gunungan istimewa yang hanya muncul setiap delapan tahun menjadi daya tarik tersendiri, menambah kekayaan simbolik dari upacara sakral ini. Bagi masyarakat Yogyakarta, Grebeg bukan sekadar tontonan, melainkan warisan leluhur yang terus dijaga sebagai identitas sekaligus doa bagi keberkahan hidup.

Dior