Dior Dior Dior

Andalkan Skema Gotong Royong Tanpa APBD, Pemkot Yogyakarta Sukses Bedah 67 RTLH Sepanjang 2025

Dior

Apa Kabar Yogyakarta — Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah melalui program penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Pemkot Yogyakarta Gencarkan Bedah Rumah RTLH, Bukti Nyata Gotong Royong  Warga - TIMES Indonesia
Andalkan Skema Gotong Royong Tanpa APBD, Pemkot Yogyakarta Sukses Bedah 67 RTLH Sepanjang 2025

Sepanjang tahun 2025, sebanyak 67 unit RTLH berhasil dibedah tanpa menggunakan dana APBD, melainkan mengandalkan skema gotong royong, kemitraan, dan CSR dari berbagai pihak.

Dior

Program Tanpa APBD: Kolaborasi Jadi Kunci

Wali Kota Yogyakarta menjelaskan bahwa program bedah rumah tersebut berjalan berkat kolaborasi antara pemerintah, swasta, komunitas, serta dukungan masyarakat. Pemkot mendorong pendekatan gotong royong agar program perumahan layak huni tetap berjalan meski anggaran daerah terbatas.

“Penanganan RTLH tetap menjadi prioritas kami. Namun, karena ruang fiskal APBD sangat terbatas, kami mengoptimalkan skema kolaborasi. Hasilnya, 67 rumah bisa dibedah tahun ini tanpa menggunakan APBD,” ujar Wali Kota.

Baca Juga : Dapat Kuota Pembuangan ke TPA Piyungan, Pemkot Yogya Optimis Sampah Libur Lebaran Bisa Tertangani


Fokus pada Warga Rentan

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta menambahkan, sasaran penerima bantuan adalah warga rentan, termasuk lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga berpenghasilan rendah. Setiap proses verifikasi dilakukan transparan dan melibatkan ketua RT/RW untuk memastikan data tepat sasaran.

“Prioritas kami adalah warga yang benar-benar membutuhkan. Prosesnya berbasis data lapangan dan disepakati bersama,” jelasnya.

Bantuan diberikan dalam bentuk perbaikan struktural rumah, seperti dinding, lantai, dan atap, serta peningkatan akses sanitasi layak.


CSR dan Komunitas Berperan Penting

Program RTLH tahun ini melibatkan berbagai mitra, mulai dari BUMD, perusahaan swasta melalui CSR, komunitas sosial, hingga organisasi keagamaan. Masing-masing memberikan kontribusi berupa pembiayaan, tenaga relawan, hingga material bangunan.

“Semangat gotong royong ini luar biasa. Semua elemen terlibat. Bahkan beberapa komunitas datang menawarkan bantuan setelah melihat kondisi rumah warga,” ujar salah satu koordinator lapangan.


Pemkot Target Perluasan Program di 2026

Melihat keberhasilan tahun ini, Pemkot Yogyakarta menargetkan jumlah RTLH yang dibedah pada 2026 dapat meningkat. Pemerintah membuka peluang lebih luas kepada perusahaan dan komunitas untuk bekerja sama dalam program sosial tersebut.

“Kami ingin lebih banyak rumah warga menjadi layak dan sehat. Ini bukan hanya soal perumahan, tetapi tentang martabat dan kualitas hidup,” tegas Wali Kota.

Program RTLH berbasis gotong royong ini disebut menjadi model efektif yang akan dikembangkan di berbagai wilayah kota.

Dior