Apa Kabar Yogyakarta – Memasuki musim penghujan, persoalan pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta kembali menghadapi tekanan besar. Intensitas hujan yang tinggi membuat kinerja mesin pembakar sampah (insinerator) milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta menurun drastis sehingga menimbulkan defisit pengolahan hingga 75 ton sampah per hari.

Insinerator Tak Mampu Bekerja Optimal saat Cuaca Basah
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko, membenarkan adanya penurunan kapasitas pembakaran sampah sejak hujan rutin mengguyur wilayah setempat.
“Moisture atau kadar air sampah meningkat drastis saat musim hujan. Insinerator membutuhkan suhu tinggi, dan kondisi sampah basah membuat proses pembakaran tidak optimal,” ujar Haryoko, Kamis (13/11/2025).
Menurutnya, insinerator yang biasanya mampu mengolah 30 hingga 40 ton per hari kini hanya mampu bekerja sekitar separuh kapasitas. Sementara timbulan sampah di Kota Yogya mencapai 300 ton per hari, sehingga sebagian besar harus menunggu antrean pengolahan.
Baca Juga : Pemkot Yogya Larang Operasional Angkutan Penumpang Kendaraan Bermotor Roda Tiga, Ini Kata Dishub
Defisit 75 Ton per Hari Picu Penumpukan
Penurunan performa mesin menyebabkan tumpukan sampah meningkat di sejumlah titik penampungan sementara. DLH mencatat defisit pengolahan mencapai 75 ton per hari, yang bila tidak ditangani segera dapat memicu penumpukan lebih besar.
“Kami harus memutar strategi agar sampah tidak menumpuk berlebihan. Penurunan kapasitas ini sangat terasa karena kebutuhan pengolahan jauh lebih besar dari kemampuan yang tersedia,” jelas Haryoko.
DLH juga mengantisipasi peningkatan sampah rumah tangga saat musim liburan akhir tahun, yang diperkirakan menambah beban timbulan harian.
Upaya Darurat: Pengurangan Volume dan Pengalihan Distribusi
Untuk mengatasi defisit pengolahan, DLH Kota Yogyakarta melakukan beberapa langkah darurat, di antaranya:
-
meningkatkan pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat warga,
-
mengoptimalkan bank sampah dan TPS3R,
-
mengalihkan sebagian sampah ke fasilitas pengolahan alternatif,
-
serta memperpanjang jam operasional beberapa titik pengumpulan.
Petugas lapangan juga dikerahkan untuk memastikan sampah tidak menumpuk lama di jalan atau kawasan padat penduduk.
DLH Ajak Warga Kurangi Sampah Rumah Tangga
Ahmad Haryoko mengimbau masyarakat untuk mengurangi produksi sampah, terutama plastik sekali pakai, serta mengoptimalkan pemilahan dari rumah.
“Partisipasi warga sangat menentukan. Jika sampah berkurang dari sumbernya, beban pengolahan akan jauh lebih ringan,” tegasnya.
DLH juga tengah menyiapkan rencana jangka menengah berupa peningkatan kapasitas insinerator dan pembangunan fasilitas pengolahan tambahan untuk mengantisipasi musim hujan tahun berikutnya.












