Apa Kabar Yogyakarta – Suasana haru menyelimuti Kompleks Makam Raja-Raja Mataram di Pajimatan Imogiri, Yogyakarta, Rabu (5/11/2025), saat ribuan masyarakat Yogyakarta turut mengantarkan Sri Susuhunan Paku Buwono (PB) XIII ke peristirahatan terakhirnya.

Prosesi pemakaman raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat itu menjadi simbol persaudaraan abadi antara Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta, dua kerajaan yang berasal dari satu garis Mataram Islam.
Ribuan pelayat dari berbagai daerah memadati kawasan Imogiri sejak pagi hari. Mereka berdiri berjejer di sepanjang jalan menuju kompleks makam untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Di antara mereka tampak para abdi dalem, tokoh adat, pejabat pemerintahan, serta masyarakat umum yang datang dengan penuh khidmat.
Baca Juga : Hormati wafatnya Pakubuwono XIII, Keraton Yogya tidak bunyikan gamelan
“Kami datang untuk menghormati dan mendoakan beliau. PB XIII bukan hanya raja Surakarta, tapi juga simbol budaya Jawa yang menyatukan,” ujar Slamet Riyadi (58), warga Bantul, yang hadir sejak subuh.
Prosesi Pemakaman Penuh Adat dan Doa
Pemakaman dilakukan dengan tata cara adat Keraton Surakarta yang kental akan nilai spiritual dan simbolik. selanjutnya rombongan jenazah PB XIII diberangkatkan dari Keraton Surakarta menuju Imogiri dengan iring-iringan panjang. Iringi tabuhan gamelan dan doa-doa dari para abdi dalem.
Setibanya di Imogiri, jenazah disambut oleh perwakilan Keraton Yogyakarta, yang turut memberikan penghormatan terakhir sebagai bentuk solidaritas dan penghargaan antar dua keraton bersaudara tersebut.
“Meskipun Keraton Surakarta dan Yogyakarta kini berdiri sendiri, hubungan kultural dan genealogis kami tidak pernah terputus. Hari ini, kami berduka bersama,” ungkap perwakilan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam sambutannya.
Simbol Persatuan Budaya Jawa
Wafatnya PB XIII menjadi momen reflektif bagi masyarakat Jawa untuk kembali meneguhkan nilai-nilai kebersamaan dan pelestarian budaya. Ribuan pelayat dari kalangan seniman, budayawan, dan tokoh masyarakat tampak larut dalam duka, menandakan besarnya pengaruh dan penghormatan terhadap sosok raja yang berwibawa, bersahaja, dan berdedikasi pada pelestarian budaya Jawa.
“Beliau adalah sosok yang berusaha merangkul semua pihak dan menjaga agar budaya Jawa tetap hidup di tengah perubahan zaman,” ujar Imam Prasetyo Nugroho, salah satu tokoh budaya Yogyakarta.
Imogiri, Simbol Penyatuan Dua Keraton
Kompleks Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri memiliki makna historis mendalam. Tempat ini menjadi peristirahatan raja-raja dari dinasti Mataram Islam. Termasuk para leluhur dari Keraton Yogyakarta dan Surakarta.
Dengan doa dan penghormatan yang mengalir tanpa henti, PB XIII kini bersemayam di antara leluhurnya di Imogiri. Meninggalkan jejak sejarah dan warisan budaya yang akan terus hidup di hati masyarakat Jawa.












